Langsung ke konten utama

Opera Kebersamaan


Rasa saling berbagi merupakan nilai kehidupan  yang tidak tertandingi. Kita sebagai manusia atauRasa saling berbagi merupakan nilai kehidupan  yang tidak tertandingi. Kita sebagai manusia atau individu tidak mampu memenuhi kebutuhan kita tanpa membutuhkan orang lain atau sesuatu di sekitar kita, termasuk benda, tumbuhan, hewan dan seluruh di alam semesta.

Rasa saling berbagi disebut juga sebagai "kebersamaan".  Rasa tersebut, membuat kita lebih mudah untuk  mengarungi kehidupan ini. Bersama-sama menyelesaikan masalah kita,  walau sering kali timbul sebuah konflik. Akan tetapi, inilah dinamika sebuah kebersamaan. Inilah ujian dari kebersamaan , inilah ujian yang akan kita ceritakan esok hari.

Saat ini

Akan tetapi, kebersamaan tidak semudah itu terjadi.  Membutuhkan kesediaan dari individu itu sendiri untuk mengerti kekurangan dan kelebihan kita. Mengerti akan kekurangan dan mengerti akan kelebihan yang terdapat dalam diri kita.

Kebersamaan juga tidak memiliki sebuah pintu, sebuah kunci atau apapun itu. Kita mampu untuk keluar masuk atau sekedar melihat-lihat. Sehingga kebersamaan mudah gugur, rapuh, ataupun hancur.

Tak ada batasan jelas dalam kebersamaan. Kebersamaan sangat mudah untuk direkayasa layaknya sebuah "Opera", yang di pentaskan dari panggung ke panggung, dari tempat ke tempat dan dari manusia ke manusia. Tak ayal, kebersamaan sangat sulit untuk di realisasikan.

Menimbang kebersamaan saat ini, ia telah tercampur akan berbagai syarat dan kepentingan. Kebersamaan hanyalah sebuah embel-embel untuk mengikat seseorang, dan membiarkan dirinya digiring, dan diperalat oleh orang lain.

Tidak hanya itu, gejala kebersaman juga hadir dalam sebuah "peran-peran". Peran yang dibutuhkan oleh orang lain untuk melengkapi perannya dan sebaliknya, dalam menyelesaikan tujuannya. Gejala ini dapat kita lihat pada sebuah perusahaan, organisasi dan sebagainya, yang menekankan sebuah struktur. Struktur yang menekankan untuk bekerja sama dalam sebuah aturan kerja, kegiatan dan berbagi hal yang membuat seseorang untuk bersama-sama. Tujuannya bukanlah sebuah kebersamaan akan tetapi hanya untuk mengejar tujuan. "Jika saya tidak bersama-sama, maka tujuan saya tidak dapat tercapai atau terselesaikan". Selepas itu, sirnalah kerja sama, sirnalah kebersamaan, terbitlah "Opera Kebersamaan".

Das Sein dan Das Sollen

Hal tersebut, seharusnya sebagai refleksi bagi diri saya, anda, dan kita. Itulah gejala yang nampak di permukaan. Walau di sadari atau tidak, gejala tersebut akan terjadi sebuah "Opera kebersamaan". Namun, bukan tidak mungkin kita mampu untuk mengatasi hal ini terjadi.

Ada banyak beberapa cara termasuk yang di kemukakan berbagai Ahli Sosiologi. Namun, menurut saya dalam mengatasi Opera Kebersamaan dengan bersedia untuk mengakui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bersedia menerima kelebihan orang lain, dan bersedia memberi kelebihan kita. Sadar akan peran kita, dan sadar akan peran orang lain. Apa yang telah kita perbuat dan apa yang sudah anda dan diri saya perbuat untuk perbuatan untuk kita atau kami . Apa yang menjadi miliknya, milik anda, dan miliki kita atau kami.

Komentar

Trending

Pembaharu yang di Hiraukan

Ada banyak negara telah memasuki era digital. Mereka memberikan gagasan dan menciptakan perabotan era digital. Mereka memperbaiki dan mengatur sedemikian rupa era ini. Era yang sangat memudahkan manusia untuk berselancar di jagat dunia Maya. Memudahkan berbagai aktivitas manusia dengan berbagai teknologi yang digagas dan ciptakannya.  Secara historis dalam buku etika protestan dan spirit kapitalisme, Max weber, di awali dari revolusi industri Inggris dan Perancis.  Walaupun ada perdebatan awal mula dari penggunaan mesin, sebut saja pada zaman Mesir kuno. Akan tetapi, pemikiran lebih tertuju pada zaman  revolusi tersebut. Kemudian semakin memuncak ketika zaman perang dunia I dan kedua II.  Setelah mesin kemudian mengambil alih kegiatan manusia, maka rongrongan teknologi dan peralihan zaman kemudian melaju amat cepat dibandingkan sebelumnya. Memasukilah zaman yang dikenal pos-industrial yang menurut Daniel Bell dalam buku "Pembunuhan yang selalu gagal" mengemukaka...

Mark Twain: Anak Yang Malang Si Pemandu Sungai Benua Amerika

Kota kecil dipinggir sungai Mississippi Amerika Serikat di Hannibal, lahir penulis muda nan cerdas bernama Samuel Langhorne Clemens atau Mark Twain.  Karya karya monumentalnya melejitkan namanya dalam tiap perjalan, hingga dijuluki sebagai " The Great American Novel, ". Berstatus ada apanya alias hidup mapan dengan rejeki ayahnya sebagai hakim atau glamor diumur belia, ternyata sangat singkat bagi Mark Twain untuk berpoyah-poyah. Ia melihat pembunuhan, rasisme dan kematian ayahnya. Sungai yang biasa ia pandangi, berubah menjadi lumpur.  Sekujur tubuhnya lapar dan haus. Mark Twain putus sekolah layaknya kisah anak Indonesia. Ia, bekerja tukang cetak diusia 12 tahun dan dibayar hanya dengan menyuapi cacing-cacing perut yang sedang marah. Nasib sial Mark Twain makin menjadi-jadi. Ingin menikmati hidup layaknya anak remaja, malah yang ia dapat banting tulang untuk sesuap nasi dikala remaja, lagi dan lagi. Di usia 17 tahun, ia memutuskan pindah dan bekerja pemandu sungai, di...

Logika dan Harmonisasi

Kata logika telah terdengar dan terucap basi. Logika, sering kali diucapkan sebagai cara analisis kita. contoh familiarnya,"Bagaimana logikanya", "ah tidak logis".  Akan tetapi, ketika bangunan logika belumlah tertata rapi, maka akan menghantarkan kepada analisis, penilaian, dan hasil yang subjektif. Dampak dari ini, akan membawa kepada disharmoni, dan degradasi pemikiran manusia yang beragam.  Membangun logika pun itu tidak mudah. Minat kita yang menjadi persoalan dan begitupula pada kajian logika yang dipandang oleh masyarakat, oleh kita, hanya sebuah biang kebingungan, kepusingan dan kegilangan dalam mempelajarinya. Padahal, itulah logika, mengapa kita pusing, gila dan bingung, karena pengetahuan kita sebelumnya bertolak belakang dengan apa yang seharusnya menjadi landasan pemikiran, dan analisis kita dalam kehidupan bermasyarakat.  Dampaknya, akan membawa kepada permusuhan, fitnah, individualis, egois, etnisentris, dan berbagai patologi-patokogi yan...