Rasa saling berbagi merupakan nilai kehidupan yang tidak tertandingi. Kita sebagai manusia atauRasa saling berbagi merupakan nilai kehidupan yang tidak tertandingi. Kita sebagai manusia atau individu tidak mampu memenuhi kebutuhan kita tanpa membutuhkan orang lain atau sesuatu di sekitar kita, termasuk benda, tumbuhan, hewan dan seluruh di alam semesta.
Rasa saling berbagi disebut juga sebagai "kebersamaan". Rasa tersebut, membuat kita lebih mudah untuk mengarungi kehidupan ini. Bersama-sama menyelesaikan masalah kita, walau sering kali timbul sebuah konflik. Akan tetapi, inilah dinamika sebuah kebersamaan. Inilah ujian dari kebersamaan , inilah ujian yang akan kita ceritakan esok hari.
Saat ini
Akan tetapi, kebersamaan tidak semudah itu terjadi. Membutuhkan kesediaan dari individu itu sendiri untuk mengerti kekurangan dan kelebihan kita. Mengerti akan kekurangan dan mengerti akan kelebihan yang terdapat dalam diri kita.
Kebersamaan juga tidak memiliki sebuah pintu, sebuah kunci atau apapun itu. Kita mampu untuk keluar masuk atau sekedar melihat-lihat. Sehingga kebersamaan mudah gugur, rapuh, ataupun hancur.
Tak ada batasan jelas dalam kebersamaan. Kebersamaan sangat mudah untuk direkayasa layaknya sebuah "Opera", yang di pentaskan dari panggung ke panggung, dari tempat ke tempat dan dari manusia ke manusia. Tak ayal, kebersamaan sangat sulit untuk di realisasikan.
Menimbang kebersamaan saat ini, ia telah tercampur akan berbagai syarat dan kepentingan. Kebersamaan hanyalah sebuah embel-embel untuk mengikat seseorang, dan membiarkan dirinya digiring, dan diperalat oleh orang lain.
Tidak hanya itu, gejala kebersaman juga hadir dalam sebuah "peran-peran". Peran yang dibutuhkan oleh orang lain untuk melengkapi perannya dan sebaliknya, dalam menyelesaikan tujuannya. Gejala ini dapat kita lihat pada sebuah perusahaan, organisasi dan sebagainya, yang menekankan sebuah struktur. Struktur yang menekankan untuk bekerja sama dalam sebuah aturan kerja, kegiatan dan berbagi hal yang membuat seseorang untuk bersama-sama. Tujuannya bukanlah sebuah kebersamaan akan tetapi hanya untuk mengejar tujuan. "Jika saya tidak bersama-sama, maka tujuan saya tidak dapat tercapai atau terselesaikan". Selepas itu, sirnalah kerja sama, sirnalah kebersamaan, terbitlah "Opera Kebersamaan".
Das Sein dan Das Sollen
Hal tersebut, seharusnya sebagai refleksi bagi diri saya, anda, dan kita. Itulah gejala yang nampak di permukaan. Walau di sadari atau tidak, gejala tersebut akan terjadi sebuah "Opera kebersamaan". Namun, bukan tidak mungkin kita mampu untuk mengatasi hal ini terjadi.
Ada banyak beberapa cara termasuk yang di kemukakan berbagai Ahli Sosiologi. Namun, menurut saya dalam mengatasi Opera Kebersamaan dengan bersedia untuk mengakui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bersedia menerima kelebihan orang lain, dan bersedia memberi kelebihan kita. Sadar akan peran kita, dan sadar akan peran orang lain. Apa yang telah kita perbuat dan apa yang sudah anda dan diri saya perbuat untuk perbuatan untuk kita atau kami . Apa yang menjadi miliknya, milik anda, dan miliki kita atau kami.

Komentar
Posting Komentar