Oleh : Ksatriawan Zaenuddin Sebagaimana pergantian musim saat ini, tampak kita hadapi awan tebal menyelimuti langit. Di bungkus, dibasahi, dan diwarnai oleh kegelapan. Hanya sepijar cahaya nampak. Memohon menyeruak dilebatnya awan yang membentuk perisai. Hanya sedikit waktu mengisi keseharian, baik itu pagi, siang, sore dan malam hari. Bergandengan tangan, memadu kasih, dan membingkai kisah romantis penuh suka dan duka. Ayu atau layu atau bahkan mematikan berbagai kehidupan dari kegelapan musim saat ini. Tak kalah senasip dengan kondisi bangsa saat ini. Mungkin ini adalah pergantian musimnya bangsa. Musim dimana bangsa sedang dibungkus, dibasahi dan diwarnai oleh kegelapan yang meringkus sejumlah masyarakat menanti cahaya menembus kegelapan. Sejumlah pergerakan sebagai perisai dan senjata, malah ayu atau bahkan layu oleh moleknya musim saat ini. Seakan mereka sedang terninabobokkan dari hyperrealitas (Jean Baudrillard: Daniel Bell, 2002), dan regresif politik (Lyotard), yang se...